SIMALUNGUN, PERDA.ID — Sekolah Sepak Bola (SSB) Perdagangan Jaya kembali mengharumkan nama Kabupaten Simalungun. Di bawah arahan pelatih kepala Teza Sukmana bersama asisten pelatih Sofyan Sadri, klub asal Kecamatan Bandar ini berhasil mencetak sejarah dengan meloloskan dua kelompok umur sekaligus, yakni U-15 dan U-13, ke putaran Piala Soeratin 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan digelar di Kota Medan.
Prestasi tersebut menjadikan SSB Perdagangan Jaya sebagai satu-satunya wakil dari Zona Simalungun yang berhasil mengamankan tiket ke tingkat provinsi pada dua kategori usia sekaligus.
Perjalanan menuju putaran provinsi tidak diraih dengan mudah. Pada babak penyisihan Zona Simalungun yang berlangsung Sabtu (25/7/2026), tim U-15 harus melalui persaingan ketat. Setelah mengawali turnamen dengan hasil imbang melawan Tunas Raya dan Putra Sampantao, Perdagangan Jaya akhirnya memastikan kelolosan pada laga penentuan.
Tampil dominan sejak menit awal, skuad U-15 sukses menundukkan Persetaja Tanah Jawa dengan skor meyakinkan 3-0, sekaligus mengunci tiket menuju putaran Piala Soeratin Sumut 2026.
Keberhasilan tersebut kemudian dilanjutkan oleh tim U-13 pada Minggu (26/7/2026). Bermain penuh percaya diri, mereka tampil sempurna dengan menyapu bersih tiga pertandingan. Kemenangan diraih saat menghadapi Tim Bakers, Putra Sampantao, dan Persetaja Tanah Jawa, sehingga memastikan langkah ke tingkat provinsi tanpa menelan kekalahan.
Pelatih Kepala SSB Perdagangan Jaya, Teza Sukmana, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten, disiplin latihan, serta kerja keras seluruh pemain dan tim pelatih.
Menurutnya, selain fokus pada prestasi, SSB Perdagangan Jaya juga berkomitmen menjunjung tinggi nilai sportivitas dengan menurunkan pemain yang benar-benar memenuhi syarat usia sesuai regulasi kompetisi.
“Alhamdulillah, anak-anak mampu menunjukkan kerja keras selama latihan. Kami selalu menanamkan disiplin, sportivitas, dan kejujuran dalam setiap kompetisi. Semua pemain yang kami turunkan sesuai dengan ketentuan usia, bahkan banyak yang usianya masih di bawah batas maksimal kategori yang diikuti,” ujar Teza.
Ia menjelaskan, hampir separuh pemain di skuad U-15 merupakan pemain kelahiran 2014, sementara pada tim U-13 terdapat enam pemain yang masih berusia 12 tahun. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini di SSB Perdagangan Jaya berjalan secara berjenjang.
Kini, SSB Perdagangan Jaya bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat Provinsi Sumatera Utara. Seluruh pemain, pelatih, dan ofisial bertekad membawa nama baik Kabupaten Simalungun serta memberikan hasil terbaik pada ajang Piala Soeratin 2026.
Dukungan dan doa masyarakat diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda agar mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di pentas sepak bola usia dini Sumatera Utara.






