Kebakaran Pasar Dwikora Pematangsiantar Hanguskan 311 Kios, Kerugian Ditaksir Rp3,6 Miliar

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Pasar Dwikora Parluasan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 311 kios hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp3,6 miliar.
Kondisi Pasar Dwikora Parluasan di Jalan Mufakat, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, pascakebakaran yang menghanguskan 311 kios pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp3,6 miliar.

PEMATANGSIANTAR, PERDA.ID – Kebakaran melanda Pasar Dwikora Parluasan di Jalan Mufakat, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026) dini hari. Sedikitnya 311 kios milik pedagang hangus terbakar dengan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp3,6 miliar.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat ratusan pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka.

Informasi yang dihimpun, api pertama kali diketahui sekitar pukul 02.45 WIB. Laporan kemudian diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar pada pukul 03.14 WIB.

BACA JUGA : Arif Harahap Terpilih Pimpin KNPI Pematangsiantar 2026–2029

Petugas langsung mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Pematangsiantar yang dibantu dua unit armada dari pihak swasta. Setelah melakukan upaya pemadaman selama lebih dari lima jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 50 x 100 meter persegi. Ratusan kios yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Namun sejumlah pedagang menduga api berasal dari kawasan kios penjual kain sebelum merembet ke bangunan lainnya.

Salah seorang pedagang, Br Sianipar, mengaku mengetahui kebakaran setelah mendapat informasi dari rekannya sekitar pukul 03.00 WIB. Saat tiba di lokasi, kobaran api disebut sudah membesar dan melahap deretan kios di kawasan pasar.

Akibat peristiwa tersebut, Br Sianipar mengaku mengalami kerugian sekitar Rp21 juta. Ia juga menyebut baru mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12 juta untuk menambah stok dagangan menjelang tahun ajaran baru.

Barang dagangan yang terbakar meliputi ulos Batak, pakaian, buku tulis, perlengkapan sekolah, serta berbagai kebutuhan kelontong milik para pedagang.

BAC AJUGA : Buaya di Pematangsiantar: Penemuan Anak Buaya 1 Meter di Jalan Rakutta Sembiring Hebohkan Warga

Pasca kebakaran, para pedagang terlihat membersihkan puing-puing bangunan dan berupaya menyelamatkan barang yang masih dapat digunakan. Sebagian lainnya mengumpulkan besi bekas dan menyingkirkan pecahan kaca yang berserakan di lokasi.

Pada Kamis pagi, lokasi kebakaran turut ditinjau Wesly Silalahi. Pemerintah menyatakan akan melakukan pendataan terhadap pedagang terdampak serta menyiapkan langkah bantuan dan pemulihan pascakebakaran.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Pematangsiantar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *