TEBINGTINGGI,PERDA.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tebingtinggi-Simalungun menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota dan Kantor DPRD Kota Tebingtinggi, Senin (29/6). Dalam aksinya, massa menuntut pemerintah mengevaluasi total program Makan Bergizi (MBG) serta kebijakan nasional lainnya yang dinilai membebani masyarakat.
Aksi yang berlangsung di Jalan Sutomo tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tebingtinggi. Di depan gerbang Kantor DPRD, perwakilan mahasiswa menyampaikan orasi dan membacakan lima poin tuntutan utama kepada pemerintah pusat.
Selain menuntut evaluasi total program MBG, HMI mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM), dan menghentikan aktivitas militer di wilayah sipil. Mahasiswa juga mendesak tanggung jawab Presiden RI Prabowo Subianto atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat luas.
Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Sakti Khadafi Nasution, menanggapi langsung aspirasi tersebut dengan menemui para pengunjuk rasa. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan massa.
“Kami menerima seluruh tuntutan pengunjuk rasa dan akan segera menyalurkannya kepada institusi yang lebih tinggi agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Sakti Khadafi Nasution di hadapan massa aksi.

Guna memastikan tindak lanjut tersebut, perwakilan HMI meminta agar tuntutan mereka dituangkan dalam dokumen resmi. Ketua DPRD kemudian mengundang perwakilan pengurus HMI untuk berdialog di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, naskah tuntutan dibaca dan disetujui bersama. Ketua DPRD secara resmi membubuhkan tanda tangan pada dokumen tuntutan tersebut sebagai bukti penerimaan aspirasi. Aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib dan damai setelah proses dialog di ruang kerja pimpinan DPRD rampung.






