SIMALUNGUN, PERDA.ID — Pemerintah Kabupaten Simalungun mulai merealisasikan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Fasilitas ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di kawasan industri, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Pembangunan BLK tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.456.169.000 dan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026.
Camat Bandar, Supardi, S.E., melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan untuk melihat perkembangan pekerjaan. Peninjauan dilakukan bersama petugas terkait, konsultan pengawas, serta pihak penyedia jasa.
Berdasarkan data pada papan informasi proyek, pembangunan tersebut memiliki Nomor Kontrak 600.1.15.2/91/PPK-Gdg/2026 tertanggal 15 Juli 2026. Sementara Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) bernomor 600.1.15.2/97/PPK-Gdg/2026 tertanggal 17 Juli 2026.
Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh CV Sigombo Berjaya, dengan konsultan pengawas CV Presisi Tama.
Rencana pembangunan BLK di Kota Perdagangan sebelumnya telah disampaikan Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, dalam kegiatan coffee morning bersama 29 pelaku usaha di Gedung Administrator KEK Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, pada Jumat (17/4/2026).
Saat itu, pembangunan BLK disebut menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil seiring dengan perkembangan kawasan industri di wilayah Kabupaten Simalungun.
Keberadaan BLK di Kota Perdagangan diharapkan dapat menjadi sarana pelatihan bagi masyarakat sehingga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain pembangunan BLK, Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendorong peningkatan kualitas jalan provinsi yang berada di sekitar kawasan.
Koordinasi dengan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) juga dilakukan dalam sejumlah kebutuhan pendukung kawasan, termasuk pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA), penyediaan hunian pekerja, serta pembentukan satuan tugas khusus berbasis kajian teknis.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan kesiapan infrastruktur seiring dengan aktivitas industri yang terus berkembang di KEK Sei Mangkei.
Sebelumnya, Plt. Administrator KEK Sei Mangkei, Irwan Hercules Sitorus, menyampaikan bahwa nilai produksi kawasan mengalami pertumbuhan sebesar 19,1 persen. Kontribusi ekspor tercatat sebesar 13,3 persen, dengan sektor hilirisasi sawit, karet, pariwisata, dan logistik menjadi sejumlah sektor yang dominan.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kualitas SDM dan infrastruktur pendukung agar masyarakat lokal dapat mengambil bagian dalam perkembangan kawasan industri.
Dengan pembangunan BLK di Kota Perdagangan, Pemkab Simalungun diharapkan tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.






