Gamot Huta I Lias Baru Diduga Jadi Korban Begal di Bukit Kencing Bandar Masilam

Gamot Huta I Lias Baru menjadi korban dugaan pembegalan di kawasan Bukit Kencing, Panombean, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun.
Seorang Gamot Huta I Lias Baru dilaporkan menjadi korban dugaan pembegalan di kawasan Bukit Kencing, Panombean, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban kehilangan satu unit sepeda motor dan mengalami luka serius akibat senjata tajam.

SIMALUNGUN, PERDA.ID – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Simalungun. Seorang Gamot (Kepala Huta) Huta I Lias Baru dilaporkan menjadi korban dugaan pembegalan di kawasan Bukit Kencing, Panombean, Kecamatan Bandar Masilam, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, korban kehilangan satu unit sepeda motor dan mengalami luka serius akibat senjata tajam. Saat ini korban diketahui tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

BACA JUGA : KNPI Bandar Apresiasi Razia THM di Perdagangan, Yuda Saragih: Ini Bukti Nyata yang Kami Minta

Keresahan warga juga dipicu oleh adanya informasi mengenai dugaan kasus kriminal serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah sekitar. Karena itu, masyarakat meminta peningkatan patroli dan langkah pencegahan di daerah yang dinilai rawan kejahatan.

“Kami berharap aparat bergerak cepat mengungkap pelaku dan meningkatkan patroli malam demi keamanan masyarakat,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian, identitas terduga pelaku, maupun perkembangan penyelidikan.

BACA JUGA : Gerbang Rumah Warga Tertutup Bangunan Selama Dua Tahun, Warga Soroti Penanganan Kelurahan Perdagangan I

Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari masyarakat. Informasi mengenai pelaku maupun motif kejadian masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *