SEI MANGKEI, PERDA.ID – Pelaksanaan bursa kerja (job fair) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang digelar pada 04 hingga 06 Maret 2026 lalu menuai sorotan tajam dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan transparansi pengumuman hingga hasil kelulusan para pencari kerja (pencaker), terutama bagi masyarakat lokal di sekitar kawasan industri.
Menyikapi keresahan tersebut, tim redaksi Media Siber PERDA.ID melakukan konfirmasi langsung ke kantor pengelola kawasan. Perwakilan PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA), Bapak Indra, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi mendalam terkait tudingan ketidaktransparanan tersebut pada Senin (20/7/2026).
Dalam keterangannya, Bapak Indra meluruskan persepsi publik yang selama ini menganggap PT KINRA sebagai penentu mutlak kelulusan para pelamar. Ia menegaskan status PT KINRA dalam perhelatan job fair tersebut murni sebagai penyedia fasilitas.
“Soal rekrutmen, KINRA hanya sebagai fasilitator tempat tetapi pelaksanaannya dilakukan oleh Disnaker Pemprov SU,” ungkap Bapak Indra saat memberikan penjelasan kepada tim PERDA.ID.
Lebih lanjut, Bapak Indra memaparkan bahwa alur seleksi, penilaian, hingga keputusan final mengenai siapa saja yang diterima bekerja, sepenuhnya berada di tangan manajemen perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam job fair.
“Segala bentuk pelaksanaan hingga hasil rekrutmen sepenuhnya menjadi tanggung jawab para perusahaan yang turut serta dalam job fair tersebut,” tambah Bapak Indra.
bulan Maret lalu itu merupakan kewenangan penuh Disnaker Sumut dan korporasi terkait, PT KINRA menyatakan tetap berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat lokal yang ingin bekerja di wilayah KEK Sei Mangkei.
Sebagai langkah solutif, Bapak Indra menjelaskan bahwa PT KINRA sangat mendukung keterlibatan masyarakat di sekitaran KEK Sei Mangkei, terutama dalam hal perekrutan tenaga kerja. Salah satu upayanya adalah dengan mengoptimalkan pengumpulan data mandiri melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
“Dalam hal ini KINRA memiliki database data masyarakat yang sudah mengirimkan lamaran melalui email yang sudah disediakan oleh PT KINRA,” jelas Bapak Indra.
Data tersebut dihimpun dengan berbagai kualifikasi kerja yang siap disalurkan apabila ada peluang baru. “Apabila investor membutuhkan maka akan direkomendasikan oleh pihak KINRA,” sambungnya.
Manajemen PT KINRA melalui Bapak Indra selaku perwakilan perusahaan juga menyampaikan apresiasinya atas kontrol sosial dan kritik yang dilayangkan oleh media massa maupun masyarakat terkait isu ketenagakerjaan ini.
“KINRA melalui perwakilan sangat membuka diri terkait dengan kritik dan masukan yang diterima,” tegas Bapak Indra. Hal ini dipandang sebagai bahan evaluasi yang positif untuk internal manajemen. “Guna menjadikan pengelolaan kawasan ekonomi khusus yang lebih baik serta semakin memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkas Bapak Indra. (Red)






