PERDAGANGAN, PERDA.ID – Aksi nekat para pelaku kriminal yang dijuluki warga sebagai “Rayap Besi” kini benar-benar sudah di luar batas. Fasilitas publik Titi Perdagangan (Jembatan Sungai Bah Bolon) yang berada di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, kini kondisinya sangat memprihatinkan setelah dipreteli oknum tak bertanggung jawab.
Pantauan tim PERDA.ID di lokasi pada Minggu (12/04/2026), menunjukkan pemandangan yang mengerikan. Sejumlah komponen besi pengaman jembatan raib digondol maling. Bahkan, jejak aksi mereka terlihat jelas dengan adanya baut yang sudah terlepas namun tertinggal di lokasi, diduga karena pelaku panik saat beraksi di tengah kegelapan.
Kondisi jembatan yang kini “ompong” tanpa pagar pengaman yang utuh memicu kemarahan besar dari masyarakat. Pasalnya, Titi Perdagangan merupakan urat nadi transportasi vital bagi warga Simalungun. Terlebih, setiap pagi jembatan ini dipadati oleh anak-anak sekolah yang melintas. Tanpa pengaman yang kuat, risiko pengendara atau pejalan kaki jatuh ke derasnya sungai Bah Bolon menjadi sangat tinggi.
“Benar-benar tak ada otak yang mencuri ini! Lihatlah, sudah banyak yang lepas dan hilang. Setiap pagi anak sekolah ramai lewat sini. Apa harus tunggu ada korban jatuh ke sungai baru polisi dan pemerintah bertindak?” cetus seorang pengendara motor dengan nada geram kepada tim PERDA.ID.
Viralnya temuan ini membuat masyarakat mendesak pihak Polsek Perdagangan dan Polres Simalungun untuk segera memburu para pelaku. Warga juga meminta pihak kepolisian untuk melakukan razia ke gudang-gudang barang bekas (botot) yang diduga menjadi tempat penampungan besi curian tersebut.
“Jangan hanya pelaku di lapangan, penadahnya juga harus disikat. Kalau tidak ada yang nampung, ‘Rayap Besi’ ini tidak akan berani merusak titi kita,” tambah warga lainnya.
Mengingat urgensi keselamatan publik, warga menuntut tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui dinas terkait. Selain perbaikan baut dan pemasangan kembali besi yang hilang, warga meminta solusi jangka panjang untuk mencegah aksi serupa terulang kembali.
“Kami minta pemerintah jangan cuma perbaiki besinya saja. Kalau bisa, di jembatan ini dikasih lampu penerangan yang terang saat malam hari dan dipasang CCTV. Biar ‘Rayap Besi’ itu terpantau dan tidak berani lagi beraksi di kegelapan,” tegas warga Kecamatan Bandar yang kini bersatu mengawasi jembatan tersebut.
Fasilitas publik adalah milik bersama yang harus dijaga. Masyarakat Kecamatan Bandar kini menyatakan sikap untuk memperketat pengawasan terhadap jembatan kebanggaan mereka dan berharap para pelaku segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebelum jatuh korban jiwa.






