SIMALUNGUN, PERDA.ID –PT PIR Keluhan bau getah yang disebut tercium setiap pagi di kawasan Seberang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan Aliansi Pemuda Perdagangan. Keluhan tersebut berkaitan dengan aktivitas pabrik pengolahan karet PT Prima Indo Rubber ( PIR) yang berada di sekitar permukiman masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan bau yang mereka rasakan setiap hari dan berharap perusahaan memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional pabrik.
Seorang warga berinisial A mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan yang dinilainya belum menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
BACA JUGA : PT PIR di Perdagangan Seberang Jadi Sorotan, Warga Ungkap Dugaan Eksploitasi Air Sungai Ilegal
“Perusahaan tidak peduli terhadap masyarakat sekitar. Setiap pagi bau itu kami hirup. Kami yang tinggal di sekitar sini merasakan langsung dampaknya. Seharusnya perusahaan juga memperhatikan kondisi masyarakat yang berada di dekat lokasi pabrik,” ungkap A.
Keluhan tersebut menyoroti pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kenyamanan lingkungan, khususnya bagi warga yang tinggal berdekatan dengan kawasan industri. Bau yang dikeluhkan masyarakat perlu mendapat perhatian dan penanganan serius agar tidak terus menjadi persoalan di tengah warga.
Koordinator Aliansi Pemuda Perdagangan, Rwanda Arif Khi, menilai perusahaan harus lebih memperhatikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, terutama warga yang merasakan langsung dampak aktivitas perusahaan.
Menurutnya, masyarakat sekitar tidak boleh hanya menjadi pihak yang menerima dampak dari aktivitas industri. Perusahaan perlu membuka ruang komunikasi, mendengarkan aspirasi warga, serta melibatkan masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan dan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka.
Aliansi Pemuda Perdagangan mendesak PT Prima Indo Rubber (PIR) melakukan perbaikan total, terutama dalam penanganan keluhan bau dan berbagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat sekitar.
Rwanda menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah nyata. Keluhan warga harus menjadi perhatian serius perusahaan, bukan sekadar persoalan yang muncul sesaat lalu diabaikan.
Aliansi Pemuda Perdagangan menyatakan siap menggelar aksi sebagai bentuk desakan kepada PT Prima Indo Rubber (PIR) agar lebih peduli terhadap masyarakat sekitar, khususnya warga yang terdampak aktivitas perusahaan. Aliansi juga menyuarakan tuntutan penutupan perusahaan apabila persoalan tersebut terus diabaikan
Aksi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengevaluasi aktivitas operasionalnya, memperbaiki penanganan gangguan lingkungan, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.
Masyarakat yang merasa mengalami gangguan lingkungan juga dapat menyampaikan pengaduan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun agar keluhan tersebut dapat diperiksa sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
PERDA.ID membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada manajemen PT Prima Indo Rubber (PIR) terkait keluhan bau yang disampaikan warga serta langkah perbaikan yang akan dilakukan. Hingga berita ini disusun, keterangan resmi perusahaan belum tersedia dalam bahan yang diterima redaksi.
Masyarakat berharap perusahaan tidak menutup mata terhadap keluhan warga yang tinggal di sekitarnya. Aktivitas industri semestinya berjalan dengan memperhatikan kenyamanan lingkungan dan kondisi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.
Kini, yang dinantikan masyarakat bukan sekadar tanggapan, melainkan langkah nyata untuk memperbaiki keadaan dan menunjukkan kepedulian terhadap warga sekitar.(RED)












