SIMALUNGUN, PERDA.ID – Pemuda Pelopor Kabupaten Simalungun Tahun 2022, Ahmad Fauzi, mengingatkan Bupati Simalungun agar lebih responsif dan mendengarkan aspirasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Simalungun ke depan.
Menurutnya, sangat disayangkan apabila Pemerintah Kabupaten Simalungun memiliki saldo kas daerah di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang hampir mencapai Rp450 miliar, tetapi pembangunan belum dirasakan secara langsung oleh masyarakat bawah.
“Pak Bupati harus responsif. Jangan bangun Simalungun dari atas meja saja. Turun, dengar keluhan petani Tanah Jawa, pedagang di Perdagangan, nelayan di pesisir Danau Toba. Mereka tahu apa yang mereka butuhkan,” tegas Ahmad Fauzi, Senin (27/10/2026).
BACA JUGA : Pemkab Simalungun Tinjau Kerusakan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas 1
Ahmad Fauzi menyoroti banyaknya program yang dinilai terkesan seremonial dan berpotensi membuang anggaran tanpa memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saldo RKUD hampir Rp450 miliar itu uang rakyat. Jangan habiskan hanya untuk program yang buang-buang anggaran, seminar yang tidak ada ujungnya, atau proyek mercusuar yang tidak menyentuh kebutuhan dasar. Rakyat butuh jalan tani yang bagus, pupuk murah, layanan kesehatan yang cepat, dan sekolah yang layak,” lanjutnya.
Ia meminta agar sisa anggaran tahun ini difokuskan pada program prioritas yang berpihak kepada rakyat dan bersifat padat karya.
“Kalau uang itu tidak mampu diserap untuk kesejahteraan, itu tanda perencanaan kita gagal. Bupati harus evaluasi total OPD yang kerjanya lamban menyerap anggaran untuk kepentingan rakyat. Jangan sampai akhir tahun, uang banyak tapi rakyat masih susah,” tutup Ahmad Fauzi, tokoh pemuda asal Tapian Dolok tersebut.












