SIMALUNGUN, PERDA.ID – Teka-teki mengenai penyebab kematian Bang Igun Simpang Dosin mulai memasuki babak baru. Setelah penemuan jenazah di area Pemakaman Umum Kristen Huta II, Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pihak kepolisian kini fokus melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi.
Proses autopsi terhadap jenazah pria bernama asli Gunardi (38) tersebut telah rampung dilaksanakan oleh tim forensik di RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar.
Kapolsek Perdagangan, Iptu Patar Banjarnahor, mengonfirmasi bahwa setelah seluruh prosedur medis selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
BACA JUGA : https://www.perda.id/daerah/simalungun/penemuan-mayat-pria-kuburan-simpang-dosin/
“Setelah autopsi selesai, jenazah telah dimakamkan. Selanjutnya, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mendalami peristiwa ini,” ujar Iptu Patar Banjarnahor melalui konfirmasi WhatsApp, Kamis (26/3/2026).
Kabar mengenai kematian Bang Igun Simpang Dosin ini meninggalkan duka mendalam, terutama di dunia pendidikan wilayah Perdagangan. Selain dikenal luas sebagai wiraswasta penyedia layanan WiFi (Bang Igun WiFi), almarhum merupakan sosok yang dihormati sebagai guru praktik di SMK Satria Budi Perdagangan.
Dedikasinya sebagai tenaga pendidik membuat kabar kepergiannya yang mendadak memicu rasa kehilangan bagi para siswa dan rekan sejawat. Almarhum ditemukan tak bernyawa pada Selasa (24/3) sore sekitar pukul 17.40 WIB di area pemakaman umum yang sempat menghebohkan warga sekitar.
Menindaklanjuti laporan warga, Tim Inafis Polres Simalungun bersama personel Polsek Perdagangan yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Amri Sitanggang, telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini diambil guna mencari bukti-bukti petunjuk di lokasi kejadian yang berada di Kecamatan Bandar tersebut.
BACA JUGA : https://www.perda.id/daerah/simalungun/identitas-mayat-di-simpang-dosin-bang-igun-wifi/
Proses autopsi jenazah sendiri berlangsung pada Rabu (25/3) selama empat jam. Selama proses medis berlangsung di Pematangsiantar, situasi terpantau aman dengan pengamanan ketat dari personel kepolisian guna menjaga kondusivitas.
Meski autopsi telah usai, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kematian korban. Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana atau penyebab medis lainnya.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Hasil autopsi akan menjadi bahan penting untuk mengungkap peristiwa ini secara terang benderang,” pungkas Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, warga di Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, serta keluarga besar SMK Satria Budi masih menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwajib.
(ANP/RED)






