SIMALUNGUN,PERDA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Simalungun memperkuat komitmennya dalam mengawal program strategis nasional dengan siap mengamankan jalannya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kepastian dukungan keamanan dan kelancaran ini ditegaskan langsung oleh Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., saat menerima audiensi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simalungun pada Jumat, 29 Mei 2026.
Pertemuan penting antardua instansi tersebut digelar sekira pukul 11.00 WIB bertempat di Ruang Kerja Kapolres, Mako Polres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih, Pamatang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
BACA JUGA : Kapolres Simalungun Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Hatonduhan
Dalam kesempatan itu, Korps Bhayangkara menegaskan siap memberikan jaminan rasa aman di lapangan demi terwujudnya basis data ekonomi yang akurat bagi pembangunan nasional maupun daerah.
“Kami dari Polres Simalungun siap mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berjalan aman, tertib, dan lancar. Sinergi antarinstansi seperti ini menjadi kunci utama demi keberhasilan program yang dicanangkan pemerintah,” tegas AKBP Marganda Aritonang.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat utama (PJU) Polres Simalungun. Turut mendampingi Kapolres di antaranya Wakapolres Simalungun, KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., serta Kasat Reskrim, AKP Wisnugraha Paramaartha, STK., S.I.K., CPHR., CBA.
Sementara itu, delegasi BPS Kabupaten Simalungun dipimpin oleh Barryanto Pelawai, S.Kom., M.M., bersama anggota tim teknis yang terdiri dari Triana Hutapea, SST., Atika Wahyuni, A.Md., dan Maria Mei Pardede, A.Md.
BACA JUGA : Resmi! Polres Simalungun Rombak Formasi Pejabat dan Ubah Nama 8 Polsek Jajaran
Di hadapan pimpinan Polres, Barryanto Pelawai memaparkan secara komprehensif mengenai peta jalan (roadmap) pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ruang lingkup pembahasan mencakup manajemen lapangan, strategi hubungan masyarakat (humas), analisis data, penjaminan kualitas data, pemanfaatan teknologi informasi, hingga mekanisme diseminasi atau penyebaran hasil sensus kepada publik.
Pihak BPS Simalungun mengakui bahwa tantangan pendataan di lapangan memerlukan stabilitas keamanan yang prima. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif dari aparat kepolisian dinilai sangat krusial.
“Keberhasilan program nasional ini tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi erat dari seluruh stakeholder, khususnya Polres Simalungun, agar manajemen lapangan berjalan maksimal dan menghasilkan data yang benar-benar berkualitas,” ujar Barryanto Pelawai.
Menutup pertemuan, AKBP Marganda Aritonang kembali menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor ini tidak hanya terbatas pada pengamanan fisik petugas sensus di lapangan, melainkan juga membangun komunikasi yang efektif guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
Hingga audiensi berakhir, kedua belah pihak sepakat untuk terus mematangkan langkah-langkah teknis menjelang dimulainya pendataan massal tersebut di seluruh wilayah hukum Kabupaten Simalungun.






